PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Global Warming atau kalau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai pemanasan global merupakan suatu proses meningkatnya suhu udara yang terjadi pada atmosfer, laut ataupun di daratan bumi.  Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, suhu udara rata-rata  pada permukaan Bumi selama 100 tahun terakhir telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F).

Para ilmuwan telah menggunakan berbagai teknologi yang canggih untuk mempelajari global warming. Berdasarkan berbagai analisa, para ilmuwan telah memperkirakan beberapa dampak global warming yang terjadi di bumi. Berikut adalah beberapa dampak global warming tersebut:

  1. Iklim tidak stabil
  2. Meningkatnya permukaan laut
  3. Peningkatan suhuglobal
  4. Gangguan ekologis

Berbagai upaya yang dilakukan maupun sedang dibicarakan saat ini tak ada satupun yang mampu mencegah Global Warming di masa mendatang. Yang bisa dilakukan adalah mengatasi berbagai efek yang muncul dan melakukan berbagai langkah untuk menghindari semakin berubahnya iklim di masa yang akan datang yaitu melalui Go Green. Salah satu program Go Green yang bisa dilakukan di sekolah maupun kampus yaitu melalui program paperless atau pengurangan jumlah penggunaan kertas.

  1. Identifikasi Masalah
    1. Pelaksanaan bimbingan skripsi non paper.
  2. Tujuan
    1. Untuk menunjang Go Green di kampus khususnya Universitas negeri Yogyakarta melalui kegiatan bimbingan skripsi non paperi.

 

PEMBAHASAN

Go Green secara istilah adalah tindakan penyelamatan bumi yang saat ini sudah mengalami pemanasan global akibat dari ulah diri kita sendiri. Dan pengertian Go green menurut bahasa adalah mengajak untuk peduli terhadap lingkungan dengan menciptakan lingkungan yang hijau. Beberapa program Go Green diantaranya adalah:

  1. Menanam Pohon.
  2. Menyuarakan dan mendorong agar semua elemen masyarakat, kalangan Pemerintahan, swasta, baik organisasi maupun Individu untuk dapat mensukseskan Green Campaign’, guna tercipta budaya yang baik dengan kebiasaan kita Anak Bangsa Indonesia adalah “ Jangan Membuang Sampah Sembarangan”, Buanglah Sampah Dengan Baik & Benar”; yakni memisahkan sampah Organik dan Non Organik.
  3. Mengefisienkan pengunaan Energi Listrik sehari-hari dan Mengurangi penggunaan bahan bakar Minyak dan Batu Bara, serta berupaya mendorong Terwujudnya Indonesia yang menggunakan Energy Hijau yang bersih dan Berkelanjutan / Reneweble Energy ; Solar Panel, Wind Energy, Energi Hidroelectrik adalah energi air,  dan  Energi Geothermal / Panas Bumi.
  4. Mengurangi penggunaan kertas, dengan cara mengantikannya secara Electronik atau  Online atau dengan menggunakan kertas dari bahan Daur Ulang.
  5. Mengefisienkan dan mengurangi pengunaan Air yang tidak perlu dalam penggunaannya sehari-hari, untuk menghadapi ancaman badai Elnino yang berkepanjangan di Indonesia serta Menggalakkan Pembuatan Lubang Biofory khususnya di Perkotaan.
  6. Melakukan Perubahan ke Gaya Hidup Hijau yang Ramah Lingkungan dengan Mengunakan dan membeli produk- produk yang ramah lingkungan pula / Green Products.
  7. Jika barang atau alat Electronik Rusak, maka Tidak langsung membuangnya menjadi limbah atau Sampah Electronik yang Berbahaya, tetapi berupaya dahulu untuk melakukan perbaikan atau Repair’,
  8. Berkomitmen untuk terus mengajak semua anak bangsa tanpa kecuali, agar dapat terus menyuarakan dan mempromosikan Go Green Indonesia Ku kepada semua Bangsa Indonesia lainnya yang hidup di tanah tumpah darah Indonesia ini, untuk dapat memberikan sumbangsih dan baktinya dengan tindakan nyata’ guna membuat Indonesia yang Lebih Hijau & Bersih.
  9. Menggalak’kan Program Perbaikan; memperbaiki Hutan Bumi Ibu Pertiwi ini semakin bertambah Rusak, Program Perbaikan Sungai & Laut agar Bersih dari Sampah. dan Tidak membiarkan Sungai & Laut semakin Rusak dan menjadi Keranjang Sampah.

Skripsi atau Tugas Akhir adalah perjuangan terakhir seorang mahasiswa. Dari zaman orang tua kita kuliah dulu hingga sekarang, caranya kurang lebih sama. Kita menyajikan makalah kita diatas kertas, kemudian setelah lulus dengan revisi-revisi yang melelahkan, kertas-kertas itu lebih sering dibuang daripada dimanfaatkan.

Mahasiswa yang sudah ngebet ingin cepat-cepat lulus tentu saja tidak mempedulikan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan. Yang ada di pikiran mereka cuma satu, saya ingin cepat-cepat pergi dari tempat ini. Saya kurang tahu pasti, tapi biasanya tiap mahasiswa mungkin membutuhkan paling tidak 2 rim atau 1000 lembar kertas untuk membuat skripsi. Dan untuk skripsi yang sudah jadi, mungkin membutuhkan sekitar 200 – 300 lembar kertas, tergantung tebal tiap skripsi dan berapa jumlah salinan skripsi yang harus dikumpulkan. Jadi kira-kira 700 lembar kertas akan terbuang sia-sia. Jika suatu hari anda membeli gorengan dan melihat daftar isi atau abstraksi di bungkusan gorengan anda, ya begitulah kira-kira nasib kertas-kertas tersebut.

Jika dalam satu periode skripsi, sebuah cabang kampus memiliki sekitar 500 mahasiswa akhir, berarti sebanyak 500 x 700 lembar kertas akan terbuang percuma. Revisi materi, tanda tangan persetujuan, salah ketik, lupa nama gelar, dan berbagai kesalahan lainnya menunjukkan bahwa dosen dan mahasiswa adalah manusia biasa. Tapi sebetulnya kerugian dari kesalahan-kesalahan tersebut tentunya bisa dikurangi jika ada kemauan terutama dari kampus.

Bagaimana jika kampus mulai memberlakukan program bimbingan skripsi tanpa kertas? Saat ini tools kolaborasi dokumen sudah tersedia secara gratis di internet. Dosen bisa memanfaatkan misalnya Google Docs untuk melakukan revisi dan catatan di draft-draft skripsi mahasiswanya tanpa si mahasiswa harus bolak-balik menghabiskan biaya dan bahan bakar hanya untuk sebuah revisi minor. Namun tentu saja, hasil akhir tetap harus berbentuk sebagai buku. Sebagai uji coba, program bimbingan skripsi tanpa kertas tidak wajib. Program ini harus dilaksanakan secara bertahap hingga transisi berjalan dengan baik.

Repot atau radikal? Menurut saya tidak juga, sudah menjadi kewajiban seorang dosen untuk mengikuti perkembangan zaman dan tidak hanya duduk manis di zona nyaman mengajarkan hal yang itu-itu saja.

Jika program ini berhasil minimal di Yogyakarta dan saat ini untuk kampus jurusan Pendidikan Kimia Universitas Negeri Yogyakarta, berapa banyak penghematan yang bisa dilakukan? Mungkin terlalu dramatis jika membicarakan berapa banyak pohon yang bisa diselamatkan. Program ini minimal meredefinisikan alur kerja penulisan skripsi atau tugas akhir antara mahasiswa dan dosen menjadi lebih efisien.

 

KESIMPULAN

Bimbingan skripsi non paper atau tanpa menggunakan kertas sebaiknya dilakukan di kampus Universitas Negeri Yogyakarta, karena selain lebih efisien bagi mahasiswa dan dosen, juga dapat menunjang program pemerintah yang saat ini sedang dikembangkan yaitu Go Green. Selain itu, bimbingan skripsi non paper  juga dapat melatih mahasiswa agar terbiasa dengan teknologi.