Disusun Oleh:

  1. Anistia Fenta Fellana (09303241022)
  2. Affi Rusdaningrum     (09303241024)

PENDIDIKAN KIMIA SUBSIDI 2009

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2012

BAB I

PENDAHULUAN

 

 A.    LATAR BELAKANG

 Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Cara menjaga kesehatan pastilah sangat penting untuk dilakukan semua orang didunia ini. Kesehatan dapat dikatakan sebagai hal yang paling berharga dalam hidup kita.

Salah satu cara untuk mendapatkan kesehatan adalah dengan mengkonsumsi obat. Sedangkan definisi obat itu sendiri adalah suatu bahan yang dimaksudkan untuk menetapkan suatu diagnosa, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit dan gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia dan hewan, memperelok badan atau bagian badan manusia (Sulistyowati, 1999 : 4). Obat-obatan dalam situasi apapun, tidak boleh dikonsumsi dengan terlalu mudah. Obat-obatan tidak dapat menyembuhkan penyakit hingga mendasar. Satu-satunya cara mendasar untuk menyembuhkan penyakit terletak pada gaya hidup kita sehari-hari. Semakin cepat efek suatu obat muncul, semakin kuat pula racun yang dikandungnya. Jika memilih obat, harap dilihat bahwa obat yang sangat efektif, yang menghilangkan rasa sakit dengan cepat, jauh lebih berbahaya bagi tubuh daripada banyak obat-obatan lain.  Oleh karena itu obat dpat dikatakan bahwa obat dapat bersifat sebagai obat dan juga dapat bersifat sebagai racun. Obat akan bersifat sebagai obat bila tepat digunakan dalam pengobatan suatu penyakit dengan dosis dan waktu yang tepat. Apabila digunakan salah dalam pengobatan atau overdosis akan menimbulkan keracunan. Bila dosisnya lebih kecil, tidak diperoleh penyembuhan (Sulistyowati, 1999 : 2).

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang tergolong sebagai obat keras, yang dalam penggunaannya harus menggunakan resep dokter. Manfaat antibiotik ini adalah untuk menekan dan menghentikan perkembangan perkembangan bakteri atau mikroorganisme berbahaya yang berada dalam tubuh. Manfaat antibiotik yang paling sering digunakan adalah untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka. Amoxicillinmerupakan salah satu obat yang termasuk kedalam obat antibiotik. zat aktif yang terdapat dalam obat antibiotik AMOXICILLIN adalah Amoxicillin. Zat aktif inilah yang akan dibahas lebih mendalam dalam makalah ini.

 

 B.     RUMUSAN MASALAH

  1. Apakah obat AMOXICILLIN itu?
  2. Zat aktif apakah yang terdapat dalam obat AMOXICILLIN?
  3. Bagaimanakah mekanisme aksi dan mekanisme reaksi obat AMOXICILLIN di dalam tubuh manusia?
  4. Bagaimanakah efek samping dari obat AMOXICILLIN tersebut?

 

 C.    TUJUAN

  1. Untuk mengetahui informasi mengenai obat AMOXICILLIN.
  2. Untuk mempelajari zat aktif yang terdapat dalam obat AMOXICILLIN.
  3. Untuk mengetahui mekanisme aksi dan mekanisme reaksi obat AMOXICILLIN di dalam tubuh manusia
  4. Untuk mempelajari efek samping dari obat AMOXICILLIN tersebut.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Informasi Umum Obat AMOXICILLIN

Amoxicillin itu adalah nama dagang dari obat antibiotik golongan penisilin sub golongan amoksisilin, yaitu amoksisilin trihidrat. Obat golongan ini bekerja sebagai broad-spectrum (bisa untuk membunuh bakteri gram positif dan negatif), seperti salmonella, shigella dan lainnya (ananda bisa baca di buku mikrobiologi tentang jenis-jenis bakteri).

 

Amoxicillin termasuk obat generik, perlu kita ketahui bersama bahwa obat itu bermacam-macam dan secara garis besar ada tiga golongan. Ada obat generik, obat bermerek, dan obat paten. Obat generik adalah obat yang sesuai dengan zat berkhasiat. Jadi kalau zat khasiatnya itu amoxicilin, maka di generik dijual dengan nama amoxicilin. Kalau bermerek, tergantung dari nama yang diberikan oleh produsen. Jadi sebetulnya cuma generik diberikan merek, tapi keampuhannya sama. Pemahaman orang awam tentang obat generik berkaitan dengan harga. Obat generik itu lebih murah dari obat paten. Tapi soal khasiat, sama saja. Apa yang perlu diketahui orang awam tentang obat generik sehingga ia bisa memilih. Sebelumnya kita harus melihat khasiatnya, bukan hanya harga. Selama ini, dalam istilah generik dan paten ada salah kaprah. Obat paten adalah obat yang diberikan namanya berdasarkan penemunya. Misal, obat untuk kanker, HIV, flu burung itu berdasarkan riset dan hasil laboratorium pemasaran sendiri dan internasional selama 20 tahun sehingga mereka mendapatkan hak paten.

 

B.     Zat aktif  amoxicillin yang terdapat dalam obat AMOXICILLIN

Obat yang mempunyai nama generik Amoxicillin ini mempunyai nama paten yang jumlahnya mencapai ratusan buah. Penmox, Intermoxyl, Ospamox, Amoxsan, Hufanoxyl, Yusimox, Actimoxi, Amoxibiotic, Amoxicilina, Pamoxicillin, Lamoxy, Polymox, Trimox dan Zimox merupakan beberapa nama dagang/paten dari antibiotika ini. Adapun struktur amoxicillinadalah sebagai berikut:

 

 

Systematic (IUPAC) name
(2S,5R,6R)- 6-{[(2R)-2-amino- 2-(4-hydroxyphenyl)- acetyl]amino}- 3,3-dimethyl- 7-oxo- 4-thia- 1-azabicyclo[3.2.0]heptane- 2-carboxylic acid

Obat ini tidak membunuh bakteri secara langsung tetapi dengan cara mencegah bakteri membentuk semacam lapisan yang melekat disekujur tubuhnya. Lapisan ini bagi bakteri berfungsi sangat vital yaitu untuk melindungi bakteri dari perubahan lingkungan dan menjaga agar tubuh bakteri tidak tercerai berai. Bakteri tidak akan mampu bertahan hidup tanpa adanya lapisan ini. Amoxicillin sangat efektif untuk beberapa bakteri seperti H. influenzae, N. gonorrhoea, E. coli, Pneumococci, Streptococci, dan beberapa strain dari Staphylococci.

Sesuai dengan mekanisme kerja diatas maka Amoxicillin seharusnya memang digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kuman-kuman yang sensitif terhadap Amoxicillin. Beberapa penyakit yang biasa diobati dengan Amoxicillin antara lain infeksi pada telinga tengah, radang tonsil, radang tenggorokan, radang pada laring, bronchitis, pneumonia, infeksi saluran kemih, dan infeksi pada kulit. Amoxicillin juga bisa digunakan untuk mengobati gonorrhea.

Dosis therapi untuk Amoxicillin pada orang dewasa adalah 250 mg setiap 8 jam, 500 mg setiap 8 jam, 500 mg setiap 12 jam, terggantung dari derajat keparahan dari penyakit yang di derita. Dosis untuk anak anak diatas 3 bulan adalah 25 mg/kg/hari terbagi setiap 12 jam, 20 mg/kg/hari terbagi setiap 8 jam, 40 mg/kg/hari terbagi setiap 8 jam atau 45 mg/kg/hari terbagi dalam 12 jam terggantung dari derajat keparahan penyakit.

Dosis yang diberikan haruslah tepat agar kadarnya di dalam darah dapat mencapai jendela terapi sehingga dapat menghasilkan efek terapi yang diharapkan. Pemilihan dosis yang tepat akan membantu tercapainya kadar obat dalam darah mencapai jendela tercapai. Penggunaan antibiotik sangatlah rentan terhadap resistensi yang mungkin dapat terjadi. Resistensi ini dapat terjadi jika dosis yang digunakan terlalu rendah atau  ketidakpatuhan pasien dalam menggunakan antibiotik ini. Maka dalam penggunaannya, perlu diinformasikan kepada pasien mengenai interval waktu saat minum obat sehingga saat pasien minum obat yang kedua, kadar obat dalam darah belum berada di bawah Kadar Efektivitas Minimum (KEM). Dengan demikian, kadar obat yang ada di dalam darah tetap berada di dalam jendela terapi.

Proses penyembuhan penyakit akibat bakteri membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan penyembuhan penyakit simptomatik seperti pusing, inflamasi, dan flu. Untuk itu perlu adanya batasan pemberian obat kepada pasien. Lamanya pemberian antibiotik kepada pasien berpengaruh pada tingkat kesembuhan penyakit pasien. Biasanya pemberian antibiotik untuk menyembuhkan penyakit tertentu adalah 5-7 hari. Ini dimaksudkan agar bakteri yang ada di dalam tubuh pasien sudah benar-benar mati. Walaupun pasien merasa sudah membaik pada hari kedua maupun ketiga, antibiotik yang diberikan harus tetap diminum agar tidak terjadi resistensi akibat tidak sempurnanya proses pembunuhan bakteri yang ada di dalam tubuh.

 

C.    Mekanisme aksi dan reaksi obat AMOXICILLINdi dalam tubuh manusia

Obat antibiotik banyak digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Amoxicillin adalah obat yang membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Obat Amoxicillin berasal dari bahan kimia yang diproduksi oleh mikroorganisme. Beberapa Amoxicillin bersifat “bakterisida”, yang berarti bekerja dengan membunuh bakteri. Dan lainnya bersifat “bakteriostatik”, yang berarti bekerja dengan menghentikan perkembangan bakteri. Obat Amoxicillin juga dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa dan jamur. Beberapa Amoxicillin yang tersedia di pasar antara lain azithromycin, clarithromycin, eritromisin, amoksisilin, penisilin, trimethoprim. Dalam beberapa dekade terakhir, Amoxicillin diproduksi dalam skala besar dan terdapat Amoxicillin yang dikhususkan untuk menyembuhkan penyakit tertentu. Tetapi sangat sedikit yang menyadari bahaya Amoxicillin jika dikonsumsi secara sembarangan, tanpa mengetahui dosis tepat dan keterangan lebih rinci tentang obat tersebut. Selain itu penggunaan obat Amoxicillin yang tidak sesuai dengan dosis dapat menghilangkan manfaat dan menyebabkan resisten terhadap obat tersebut.

Amoxicillin adalah antibiotika yang termasuk ke dalam golongan penisilin. Obat lain yang termasuk ke dalam golongan ini antara lain Ampicillin, Piperacillin, Ticarcillin, dan lain lain. Karena berada dalam satu golongan maka semua obat tersebut mempunyai mekanisme kerja yang mirip. Obat ini tidak membunuh bakteri secara langsung tetapi dengan cara mencegah bakteri membentuk semacam lapisan yang melekat disekujur tubuhnya. Lapisan ini bagi bakteri berfungsi sangat vital yaitu untuk melindungi bakteri dari perubahan lingkungan dan menjaga agar tubuh bakteri tidak tercerai berai. Bakteri tidak akan mampu bertahan hidup tanpa adanya lapisan ini. Amoxicillin sangat efektif untuk beberapa bakteri seperti H. influenzae, N. gonorrhoea, E. coli, Pneumococci, Streptococci, dan beberapa strain dari Staphylococci.

Sesuai dengan mekanisme kerja diatas maka Amoxicillin seharusnya memang digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kuman-kuman yang sensitif terhadap Amoxicillin. Beberapa penyakit yang biasa diobati dengan Amoxicillin antara lain infeksi pada telinga tengah, radang tonsil, radang tenggorokan, radang pada laring, bronchitis, pneumonia, infeksi saluran kemih, dan infeksi pada kulit. Amoxicillin juga bisa digunakan untuk mengobati gonorrhea.

 

D.    Efek samping dari obat AMOXICILLIN

Berikut merupakan efek samping Amoxicillinyang umumnya terjadi.

1.      Efek samping Amoxicillin antara lain dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti rasa gatal, peradangan atau ruam, yang menyebabkan adanya pembengkakan. Pembengkakan dapat terjadi di leher, hidung, tenggorokan, atau mulut, sehingga dapat mengganggu kemampuan Anda dalam bernapas. Pada reaksi alergi yang sangat kronis, berakibat terjadinya penurunan tekanan darah yang sangat drastis. Reaksi alergi pada perempuan dapat menyebabkan gatal-gatal pada vagina.

2.      Gangguan pencernaan seperti diare, muntah, sakit perut, merupakan efek samping Amoxicillin yang sering terjadi. Pada manusia dalam kondisi sehat terdapat bakteri “baik” yang mengatur metabolisme, membantu pencernaan, memproduksi vitamin tertentu. Bakteri tersebut dapat terbunuh oleh obat Amoxicillin, sehingga mengganggu keseimbangan dalam usus, dan memungkinkan bakteri yang merugikan akan tumbuh. Sebab tempat bakteri biasanya berkolonial telah terbunuh, kemungkinan akan ditumbuhi jamur. Clindamycin merupakan obat Amoxicillinyang digunakan untuk infeksi yang paling serius, dengan efek samping akan mengalami radang usus (sejenis kolitis) yang dapat menyebabkan diare kronis, terutama bagi pasien lanjut usia.

3.      Efek samping terbesar terjadi pada organ hati dan ginjal. Bahaya Amoxicillin akan sangat tampak, ketika obat dikonsumsi dengan dosis tinggi oleh pasien yang menderita penyakit seperti pielonefritis, glomerulonefritis dan hepatitis. Sehingga dapat berakibat pada kerusakan hati, dengan gejala seperti penyakit kuning, demam, dan perubahan warna feses serta urin yang lebih gelap.


5 Comment(s)

  1. shemi

    April 21, 2013 pukul 7:55 pm

    amoxicillin ap bahya ny? dan hrga d pasaran brapa ribu



  2. tangga lagu

    April 25, 2013 pukul 5:43 am

    Terima kasih informasinya berguna sekali!



  3. Fisty np amrullah

    Agustus 11, 2014 pukul 10:55 pm

    Apakah bahaya/efek samping yg ganggu pencernaan itu trjadi cepat/seketika stlh minum obat atau lambat/stlh jangka wkt trtentu?



    • fenta fellana

      Agustus 20, 2014 pukul 7:41 am

      Fisty, segala efek samping yang ditimbulkan obat saya kira tidak akan terjadi secara serta merta, karena obat yang ditelan juga membutuhkan proses untuk tubuh menyerap zat-zat yang terkandung di dalamnya. Tapi untuk efek samping khususnya gangguan pada pencernaan akan lebih cepat reaksinya ketimbang gangguan pada organ hati dan ginjal.



Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: